Kemenangan Obama lebih merugikan dunia Islam

Oleh : Muhammad Yasin Jumadi, Mahasiswa Al-Azhar Mesir

Pada dasarnya, siapa sahaja yang menjadi Presiden, kaedah Amerika Serikat (AS) menghadapi negara-negara Islam akan tetap sama. Hal ini kerana strategi menangani dunia Islam tidak sepenuhnya berada di tangan presiden, tetapi melibatkan lembaga seperti Kongres AS yang didominasi Yahudi.

Boleh katakan, perbezaan antara Partai Republik dan Demokrat bagaikan perbezaan antara Partai Amal dan Partai Likud di Israel. Yakni perbezaan antara al-dzikbu wa tsa’lab (antara serigala dan serigala), cuma beza namanya saja.

Partai Republik berusaha meraih tujuan secara terang-terangan, menyatakan permusuhan dengan beberapa negara Islam, dan menggunakan kekerasan. Sedangkan Demokrat, juga menginginkan hasil seperti itu, tapi dengan cara yang lebih halus, melenakan, ibarat menitiskan racun di dalam madu.

Cara yang digunakan McCain lebih menguntungkan dunia Islam, kerana aksi terang-terangan biasanya akan membangkitkan kekuatan umat Islam yang terpendam. Kerana umat Islam menyedari diancam bahaya, sehingga mampu bangkit semula untuk mengurangi kerugian. Sedangkan Demokrat akan menjalankan kaedah yang sama, tapi secara halus, sehingga umat Islam akan terus dilenakan dan tidak mampu mempunyai alasan kuat untuk menghadapi kerugian tersebut.

Di samping itu, Obama akan tampil lebih setia terhadap Israel. Misalnya, Obama tidak pernah menghilangkan dukungannya terhadap Israel. Ia berjanji akan menambahkan dukungan terhadap Israel sebesar 30 milion dollar. Pada persidangan tahunan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), Obama berjanji akan menjadikan Jerusalem (Al-Quds) sebagai ibukota Israel tanpa diganggu-gugat. Obama juga mengatakan, “Israel adalah mukjizat bagi Timur Tengah.”

Selain itu,kesetiaan Obama terhadap Israel semakin jelas pada dukungannya terhadap serangan Syria, dengan alasan bela diri Israel terhadap bahaya, khususnya bahaya nuklear Syria.

Mengenai masalah Iraq, Obama berjanji akan menarik pasukan AS secara bertahap. Hal ini karena Obama sangat memahami bahawa selama ini hegemoni AS terhadap dunia semakin pudar, akibat pendudukan AS terhadap Iraq yang tidak berdasarkan justifikasi kuat, di samping AS juga rugi besar di Iraq.

Sehingga Obama memfokuskan terhadap Afghanistan, untuk kembali berusaha mendapat sokongan penuh daripada Eropah dan dunia. Hal inilah yang tidak dilakukan oleh Bush dan Republik selama ini, kerana Bush melakukan serangan di banyak wilayah, sehingga AS nyaris kehilangan sokongan Eropah dan keharmonisan dengan dunia.

Dalam menjalankan roda pemerintahan AS, rancangan Obama nampak lebih rapi, iaitu memfokuskan Afghanistan dan Pakistan terlebih dahulu, kemudian AS berusaha mendapatkan sokongan internasional atas campur tangan di kedua negara tersebut, kemudian barulah tiba giliran Iraq, Syria, Mesir, dan negara Islam lainnya.

Rancangan inilah yang akan dijalankan oleh AS dan Zionis untuk kembali menampakkan wajah di hadapan dunia, setelah 8 tahun mendapat cercaan pemerintahan Bush. Hanya ini yang diinginkan AS, sedangkan Obama hanyalah korban dari strategi AS yang diarahkan Zionis.

Wallâhu a’lam bi al-shawâb.

Profil penulis : Muhammad Yasin Jumadi, lahir di Banda Aceh pada 26 Agustus 1987. Saat ini sedang kuliah di Universitas Al Azhar, Fakultas Syariah wa Al Qanun (Islamic Law and Jurisprudence).

AIDC menterjemah artikel eramuslim.com. Artikel asal klik di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: