Hati-hati International Crisis Group (ICG) ada agenda tersembunyi di negara Islam.

The International Crisis Group (ICG) adalah suatu organisasi bukan kerajaan multinasional dengan lebih dari 130 pegawai tersebar di seluruh lima benua, yang bekerja melalui analisis lapangan bagi mencegah pelbagai konflik dunia.

Namun di dunia Muslim, ICG tidak lebih sebagai agen-agen asing yang kerap kali mengeluarkan provokasi atas nama pencegahan kebangkitan Islam yang kini semakin berkembang di dunia Muslim.

Anwar Ibrahim dan Dewi Fortuna Anwar. Dewi Fortuna adalah pengarah badan pemikir BJ Habibie (kawan baik Anwar) yang dikenali sebagai The Habibie Center. Beliau juga merupakan pensyarah pelawat di SAIS, John Hopkins University, Amerika yang juga tempat Anwar pernah memegang jawatan sama. John Hopkins merupakan gedung Amerika tempat melatih kader-kader pro Amerika di seluruh dunia. Sumber foto klik di sini

Baru-baru ini ICG mengeluarkan laporan kebimbangannya atas meningkatnya pengaruh gerakan-gerakan Islam yang mereka sebut sebagai gerakan Islam garis keras (Islam Radikal/fundamentalis).

Sebelum ini ICG pernah memprovokasi kerajaan yang menganggap gerakan-gerakan Islam sebagai ancaman konflik di Papua.

ICG mendapatkan bantuan dana daripada negara-negara, yayasan-yayasan amal dan yayasan perseorangan. Antara penyumbangnya adalah: Australian Agency for International Development, Austrian Federal Ministry of Foreign Affairs, Belgian Ministry of Foreign Affairs, Canadian Department of Foreign Affairs and International Trade, Canadian International Development Agency, Canadian International Development Research Centre, Czech Ministry of Foreign Affairs, Dutch Ministry of Foreign Affairs, European Union (Komisi Eropah) Finnish Ministry of Foreign Affairs, French Ministry of Foreign Affairs, German Foreign Office, Irish Department of Foreign Affairs, Japanese International Cooperation Agency, Principality of Liechtenstein Ministry of Foreign Affairs, Luxembourg Ministry of Foreign Affairs, New Zealand Agency for International Development, Royal Danish Ministry of Foreign Affairs, Royal Norwegian Ministry of Foreign Affairs, Swedish Ministry for Foreign Affairs, Swiss Federal Department of Foreign Affairs, Turkish Ministry of Foreign Affairs, United Kingdom Foreign and Commonwealth Office, United Kingdom Department for International Development, United States Agency for International Development (USAID).

Manakala sumbangan pihak yayasan termasuk : Carnegie Corporation of New York, Compton Foundation, Ford Foundation, Fundación DARA Internacional, William & Flora Hewlett Foundation, Hunt Alternatives Fund, Korea Foundation, John D. & Catherine T. MacArthur Foundation, Charles Stewart Mott Foundation, Open Society Institute, Pierre and Pamela Omidyar Fund, Ploughshares Fund, Pro Victimis Foundation, Sigrid Rausing Trust, Rockefeller Foundation, Rockefeller Philanthropy Advisors, Sarlo Foundation of the Jewish Community Endowment Fund and Viva Trust.

Staf mereka di Indonesia di antaranya Sidney Jones (Senior Adviser), John Virgoe (South East Asia Project Director), Rungrawee Chalermsripinyorat (Analyst), Mahlil Harahap (Office Manager), dan Eva Ratihandayani (Administrative and Finance Officer).

Mereka yang disebut di atas, tiada lain, melainkan agen-agen asing yang sedang beroperasi di Indonesia.

Nota : Artikel ini disiarkan dalam Tabloid SUARA ISLAM EDISI 48, pada 18 – 31 Julai 2008. Artikel ini disiarkan semula di suara-Islam.com. Klik di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: